Buah Mentah VS Buah Matang, Mana yang Lebih Banyak Nutrisinya?

    0
    13
    Buah Mentah VS Buah Matang, Mana yang Lebih Banyak Nutrisinya?

    Anda pasti memiliki satu jenis buah yang paling disukai. Terlepas dari rasanya, beberapa orang beralasan menyukai buah tertentu karena kandungan nutrisinya. Namun, kandungan nutrisi buah berbeda-beda bergantung dari ukuran maupun kondisinya, baik itu mentah atau matang. Nah, di antara keduanya, mana yang lebih bernutrisi?

    Manfaat makan buah bagi kesehatan

    Makan buah tidak hanya memanjakan lidah Anda dengan rasa manis dan asam, tapi juga memberikan manfaat bagi tubuh. Menurut United Stated Departemen of Agriculture buah merupakan sumber banyak nutrisi penting seperti vitamin, kalium, serat, dan folat. 

    Selain itu, buah tidak mengandung kolesterol dan sebagian besar jenisnya rendah lemak, natrium, dan kalori. Semua nutrisi tersebut dapat menurunkan berbagai risiko penyakit, seperti stroke, penyakit jantung, diabetes, obesitas, batu ginjal, dan hipertensi.

    Bahkan, kandungan antioksidannya terbukti melindungi tubuh dari kanker. Itulah sebabnya Anda perlu makan buah setiap hari. 

    Kandungan nutrisi buah mentah dan buah matang

    buah kaya air

    Buah yang Anda makan, merupakan hasil dari proses pertumbuhan, pematangan, dan mekanisme pertahanan suatu tanaman. Saat tanaman berbuah mengalami penyerbukan, bunganya akan berubah menjadi buah. 

    Awalnya, buah berukuran kecil dan berwarna lebih cerah atau pekat. Seiring waktu, ukuran buah akan membesar dan warnanya jadi lebih menarik. 

    Buah tidak selalu dikonsumsi saat kondisinya sudah matang, beberapa di antaranya sering dimakan saat masih mentah, contohnya mangga untuk rujak. Nah, bila dilihat dari kondisi mentah dan matang, nutrisi buah mana yang paling tinggi?

    Perbedaan tingkat kematangan, membuat setiap kandungan nutrisi buah berbeda-beda. Salah satu yang paling menonjol adalah kandungan gula alami. 

    Jika Anda makan buah yang matang tentu rasanya lebih manis ketimbang buah yang masih mentah, bukan? Ya, ini menandakan bahwa kandungan gula alami pada buah matang lebih tinggi daripada buah mentah. 

    Tidak hanya gula alami, kandungan antioksidan pada buah juga meningkat. Contohnya, buah apel dan pir. Ketika buah ini mulai matang dan warna kehijauannya memudar, kelompok nutrisi tertentu mengalami perubahan, yakni katabolit klorofil nonfluoresen (NCC).

    NCC adalah antioksidan yang membuat buah apel dan pir beraroma harum dan membuat tekstur apel lebih keras sementara pir lebih lunak. Kandungan NCC yang tinggi pada kedua buah tersebut bisa bertahan dalam waktu satu minggu. 

    Begitu juga dengan buah anggur, beri, dan tomat yang memiliki kandungan antioksidan tertentu, seperti flavonoid dan likopennya lebih tinggi saat matang. 

    Kandungan vitamin juga ikut mengalami perubahan sesuai dengan kondisi buah. Contohnya, buah nanas yang matang lebih tinggi vitamin C ketimbang nanas mentah. 

    Mana yang lebih baik dimakan?

    memotong buah

    Berdasarkan penjelasan di atas, buah matang tentu jadi pilihan yang baik untuk dimakan. Kandungan gula alami, vitamin, antioksidan, dan air cenderung lebih banyak saat buah dalam kondisi matang ketimbang saat mentah.

    Namun, ini tidak hanya dilihat dari nutrisi buah saat matang saja. Rasa, tekstur, warna, dan baunya termasuk jadi faktor pertimbangan. Anda tentu lebih menyukai buah yang teksturnya lebih lembut, baunya lebih harum, warnanya lebih menarik, dan rasanya lebih manis. 

    Selain itu, buah yang matang juga lebih segar dijadikan jus buah karena rasanya sudah manis tanpa perlu tambahan pemanis, seperti gula atau madu. Pada orang dengan masalah lambung, buah yang matang juga lebih aman karena tingkat keasamannya sudah berkurang.

    Sumber foto: Times of India.

    The post Buah Mentah VS Buah Matang, Mana yang Lebih Banyak Nutrisinya? appeared first on Hello Sehat.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here