Alergi Ternyata Bisa Memicu Depresi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

0
28
Alergi Ternyata Bisa Memicu Depresi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bagi orang sehat, alergi mungkin tampak seperti kumpulan gejala ringan yang dapat muncul kapan saja. Tapi tahukah Anda? Alergi yang tahan lama dapat menghambat aktivitas sehari-hari, mengurangi kualitas hidup penderita, bahkan memicu depresi tanpa disadari.

Mengapa alergi dapat memicu depresi?

alergi dan sinusitis

Alergi tidak secara langsung menyebabkan depresi, tetapi kondisi ini dapat meningkatkan risiko depresi. Ini beberapa di antaranya.

1. Menyebabkan gejala yang mengganggu

Reaksi umum ketika seseorang mengalami alergi adalah batuk, pilek, bersin, sakit tenggorokan, pusing, gatal, dan sesak napas.

Tingkat keparahannya bervariasi dari orang ke orang, mulai dari yang ringan hingga membuat Anda harus beristirahat di rumah sepanjang hari.

Sekarang, bayangkan jika Anda harus mengalaminya setiap minggu. Semua yang Anda lakukan terasa sangat menguras tenaga suasana hati Anda juga bisa terpengaruh.

Seiring waktu, ini memengaruhi kondisi fisik dan psikologis Anda.

2. Menghambat aktivitas sehari-hari

gatal di kulit

Reaksi alergi dapat terjadi kapan pun Anda terpapar pada pelatuk, termasuk ketika Anda melakukan aktivitas sehari-hari.

Akibatnya, Anda tidak dapat bekerja dan melakukan aktivitas secara optimal karena kondisi kesehatan menurun.

Gejala alergi yang Anda alami mungkin menjadi lebih buruk jika ternyata lingkungan kerja Anda adalah penyebabnya, yang memicu depresi.

Apalagi jika gejala alergi yang Anda alami sejauh ini cukup parah.

3. Karena merasa tidak enak badan

Saat mengalami reaksi alergi, sistem kekebalan tubuh menghasilkan sejenis protein yang disebut sitokin.

Sitokin melepaskan molekul khusus sehingga berbagai komponen sistem kekebalan tubuh dapat bekerja melawan pemicu alergi.

Namun, sitokin juga dapat memengaruhi fungsi otak. Efek samping yang muncul termasuk merasa tidak enak badan, menurun suasana hati, konsentrasi berkurang, dan penampilan mengantuk.

Kumpulan gejala ini juga menyebabkan perasaan tidak enak badan ketika Anda terserang flu.

Kantuk berlebihan, Gejala Narkolepsi

4. Efek samping dari obat alergi

Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi alergi adalah dengan obat-obatan. Namun, obat alergi jenis tertentu memiliki efek samping pada tubuh.

Gejala alergi mungkin tidak memicu depresi secara langsung, tetapi efek samping obat yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko.

Meskipun efektif, obat ini dapat menyebabkan sakit perut, sembelit, mulut kering, gangguan suasana hatidan pusing. Selain itu, pengguna obat alergi biasanya mengalami rasa kantuk yang tak tertahankan.

5. Menyebabkan stres berkepanjangan

cara mencegah stres kerja freelance

Setiap hari, penderita alergi harus berurusan dengan gejala-gejala yang mengganggu, malaise, gangguan tidur, dan efek samping obat-obatan.

Akibatnya, mereka lebih rentan terhadap stres. Stres bahkan dapat berlangsung bertahun-tahun karena alergi tidak dapat disembuhkan.

Stres yang berkepanjangan dapat memicu berbagai gejala gangguan psikologis, termasuk depresi.

Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa remaja yang menderita alergi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kecemasan, depresi, tindakan impulsif, dan perubahan perilaku.

Meski tidak secara langsung memicu depresi, alergi biasanya berlangsung selama bertahun-tahun yang menyebabkan stres berkepanjangan bagi penderita.

Jika Anda menderita alergi, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan solusi yang tepat.

Gejala alergi dapat dikendalikan dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup.

Berkonsultasi dengan dokter akan membantu Anda menemukan jenis obat dengan efek samping yang lebih ringan sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pos Alergi Ternyata Memicu Depresi, Ini Penjelasan Ilmiah yang pertama kali muncul di Hello Sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here