6 Ciri-Ciri Tubuh Anda Mengalami Keracunan Makanan

    0
    15
    6 Ciri-Ciri Tubuh Anda Mengalami Keracunan Makanan

    Kasus keracunan makanan paling sering disebabkan oleh kebiasaan makan yang ceroboh. Anak-anak, wanita hamil, dan orang tua (lansia) paling rentan mengalami hal ini karena sistem kekebalan tubuh mereka tidak sekuat orang dewasa yang sehat pada umumnya. Jika tidak segera diobati, keracunan makanan dapat menyebabkan komplikasi serius. Lalu, apa saja gejala atau karakteristik keracunan makanan yang harus diwaspadai?

    Bagaimana Anda bisa keracunan makanan?

    Seseorang cenderung keracunan setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak steril; yang lokasi dan metode pengolahan makanannya tidak dijamin bersih. Makanan ini dapat terkontaminasi oleh kuman (apakah itu bakteri, virus, atau parasit) dari lingkungan sekitar, misalnya dari air kotor yang kemudian digunakan untuk mencuci makanan atau peralatan memasak.

    Anda juga dapat mengalami keracunan jika makanan yang Anda makan disiapkan dan diproses oleh tangan orang yang membawa kuman penyebabnya. Misalnya, orang kehabisan usus tetapi tidak mencuci tangan dan langsung memasak.

    Jenis makanan yang Anda makan dapat memicu keracunan jika tidak diproses dengan benar. Beberapa hidangan yang rentan menyebabkan keracunan termasuk sayuran mentah atau salad buah, susu mentah (non-pasteurisasi), daging mentah, dan makanan lain yang tidak dimasak dengan baik.

    Apa saja gejala keracunan makanan?

    Keracunan dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang Anda konsumsi, kemudian memicu infeksi yang menimbulkan gejala berikut:

    1. Diare

    Diare adalah salah satu fitur paling umum dari keracunan makanan. Diare dapat muncul beberapa jam setelah makan makanan yang terkontaminasi atau dalam 1-2 hari kemudian.

    Karakteristik diare yang merupakan gejala keracunan makanan biasanya dalam bentuk tinja berair, lunak, kadang-kadang mengandung sisa makanan; terkadang tidak (hanya feses lunak).

    Gejala-gejala ini muncul sebagai efek dari kuman yang menginfeksi sistem pencernaan. Infeksi membuat usus bekerja lebih keras, tetapi tidak efisien menyerap makanan dan air dengan baik. Ini kemudian itu menyebabkan usus untuk menarik lebih banyak cairan tubuh.

    Kkelebihan air akan menggenang di usus sehingga menghasilkan tekstur tinja lunak atau cair tidak berbentuk.

    Diare pada dasarnya adalah upaya alami tubuh untuk mengeluarkan bakteri atau virus yang menyebabkan keracunan melalui feses.

    2. Muntah dan mual

    Mual dan muntah juga merupakan gejala umum keracunan makanan. Sama seperti diare, mual dan muntah sebenarnya adalah refleks alami tubuh untuk mengeluarkan kuman yang menyebabkan penyakit.

    Infeksi memicu organ pencernaan untuk menghasilkan lebih banyak cairan yang membuat perut terasa tidak nyaman. Hasil dari, Anda merasa mual dan bisa berakhir muntah.

    3. Mulas dan kram

    Perut yang merasa mulas atau sakit, bahkan kram, sering terjadi setelah Anda mengonsumsi sesuatu yang mengandung kuman. Sensasi mulas dan puntiran muncul sebagai respons alami tubuh untuk merangsang keinginan buang air besar.

    Ketika bakteri, virus, atau parasit menyerang sistem pencernaan, perut Anda akan memberi sinyal ke otak untuk memberi tahu Anda ada sesuatu yang salah dengan Anda. Pada gilirannya, otak akan memerintahkan Otot usus berkedut dan rileks berulang kali.

    Nah, proses inilah yang membuat perut Anda terasa mulas atau kram. Kontraksi otot-otot perut bertujuan untuk mendorong feses yang mengandung kuman untuk cepat keluar dari tubuh melalui anus.

    Perut Anda bisa merasakan sakit dan mulas hingga 1-3 kali sebelum akhirnya merasakan keinginan untuk buang air besar.

    4. Demam

    Beberapa orang yang keracunan makanan terkadang mengalami demam ringan.

    Demam pada dasarnya adalah efek dari peradangan dalam tubuh, yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara aktif melawan infeksi.

    Di sisi lain, demam juga bisa menjadi cara bagi tubuh untuk menaikkan suhu intinya karena gejala keracunan makanan dalam bentuk muntah dan diare. Muntah dan diare menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan (dehidrasi). Jika dehidrasi berlanjut, kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar dapat menurunkan suhu inti tubuh. Jika Anda tidak demam, penurunan suhu tubuh yang drastis sebenarnya dapat menyebabkan Anda mengalami hipotermia.

    Demam tinggi umumnya merupakan karakteristik utama bahwa Anda mengalami inhalasi parah karena keracunan makanan.

    5. Sakit kepala

    Pusing dan sakit kepala bisa dirasakan sebagai gejala keracunan makanan selain muntah atau diare parah

    Sakit kepala umumnya akan muncul jika Anda demam tinggi. Komplikasi keracunan makanan dalam bentuk dehidrasi juga umumnya cenderung menyebabkan sakit kepala.

    6. Tubuh lemas

    Proses infeksi dalam tubuh dan segala macam gejala yang Anda rasakan saat keracunan makanan bisa membuat tubuh lemah.

    Ini mungkin disebabkan oleh tingkat elektrolit tubuh yang terkuras sepenuhnya terbawa oleh kotoran cair dan cairan muntah. Faktanya, cadangan elektrolit adalah fungsi penting untuk membantu otot-otot tubuh bekerja sehingga mereka dapat berfungsi secara normal. Jika tubuh Anda kekurangan kadar elektrolit, maka Anda mungkin lemas tanpa energi.

    Karakteristik keracunan makanan parah hingga dehidrasi

    Sebenarnya, keracunan makanan bisa pulih dalam 1-3 hari dengan sendirinya. Namun, ini hanya berlaku jika Anda mendapatkan pertolongan pertama yang benar.

    Gejala keracunan makanan yang tidak ditangani dengan benar sangat rentan menyebabkan dehidrasi parah. Pada kasus ekstrem, dehidrasi bisa berakibat fatal, yaitu kematian.

    Jika Anda mengalami satu (atau lebih) gejala dehidrasi berikut akibat keracunan, segera kunjungi dokter:

    • Tidak bisa menahan muntah sehingga cairan dalam tubuh selalu keluar
    • Muntah atau tinja sampai mengandung darah
    • Diare lebih dari tiga hari lamanya
    • Nyeri hebat atau kram perut parah
    • Suhu tubuh demam tinggi hingga 38 C
    • Rasa haus yang berlebihan, mulut kering
    • Sedikit atau tidak ada buang air kecil
    • Penglihatan kabur, kelemahan otot dan kesemutan di lengan

    Sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi dehidrasi, Anda dapat minum lebih banyak air atau minum ORS. ORS siap pakai dapat dibeli di apotek tanpa harus menebus resep dokter. Brew ORS sesuai dengan instruksi pada kemasan, dan minum dua hingga tiga gelas sehari. Anda juga dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda dengan meminum makanan tawar, seperti bayam bening.

    Jika gejala keracunan makanan dan dehidrasi yang Anda alami cukup parah, dokter akan merekomendasikan Anda dirawat di rumah sakit dan mendapatkan cairan intravena langsung ke pembuluh darah.

    Pos 6 Karakteristik Tubuh Anda Mengalami Keracunan Makanan muncul pertama kali di Hello Healthy.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here